Tuesday, September 22, 2015

BELAJAR MOTOR LENGKAP (SEPEDA MOTOR 2 TAK DAN 4 TAK)

SEPEDA MOTOR/MOTOR RINGAN

A. UNIT SEPEDA MOTOR

1.    Komponen Mesin
Komponen sepeda motor sama halnya komponen mesin otomotif lainnya, hanya untuk mempermudah pembelajaran Maupun pelayanan praktek, unit mesin sepeda motor bersatu dengan kopeling dan transmisi.
A.  Kepala Silinder
Kepala silinder adalah komponen yang ditempatkan pada bagian atas silinder yang berfungsi sebagai penutup silinder agar tidak terjadi kebocoran gas dari dalam silinder saat mesin dihidupkan. Selain fungsi di atas khususnya untuk mesin 4 tak pada silinder ditempatkan ;
1)   Katup
2)  Pelatuk katup (rocker Arm)
3)  Poros bubungan

Pada kepala silinder umumnya terdapat ruang bakar dan busi, bentuk kepala silinder akan sangat tergantung dari jenis mesin yang menggunakannya.. namun secara umum pada bagian luar kepala silinder terdapat sirip-sirip pendingin dan bahan kepala silinder terbuat dari bahan alumunium.


Gambar 1 Kepala silinder.

Keterangan gambar 1 diatas..

1.    Tutup pemegang poros bubungan
2.   Busi
3.   Tutup kepala silinder
4.   Pelatuk katup
5.   Kepala silinder
6.   Tutup penyetelan katup
7.   Poros bubungan
8.   Gigi timing penggerak poros bubungan
9. Gasket


B. KATUB DAN MEKANISME PENGGERAK KATUP

1.    Katup
Katup yang terdapat pada motor 4 tak, adalah katup masuk dan katup buang. Katup masuk ditempatkan pada kepala sillinder yang berfungsiuntuk membuka dan menutup saluran dari karburator ke ruang silinder atau ruang bakar pada saat terjadi proses langkah isap (masuk) torak didalam silinder.
Katup buang ditempatkan sama dengan katup masuk pada kepala silinder dan fungsi katup buang adalah membuka ataupun menutup saluran antara ruang silinder atau ruang bakar ke udara luar guna membuang gas sisa pembakaran, selama terjadi proses langkah buang di dalam silinder.
Gambar 2 Kerja katup masuk dan katup buang


2.   Mekanisme penggerak katup
Mekanis penggerak katup adalah rangkaian beberapa komponen yang berfungsi untuk membuka dan menutup katup. Komponen mekanisme katup akan sangat tergantung dari penempatan poros bubungan. Untuk jenis mesin yang menempatkan poros bubungan pada kepala silinder (lihat gambaar 3) terdiri dari komponen ;
a)   Poros bubungan
b)  Pelatuk
c)   Penyetel katup
d)  Pegas katup
e)   Penghantar katup
f)    Sprocket dan rantai timing

Gambar 3 Mekanisme katup jenis poros bubungan di kepala silinder (OHC)



Poros bubungan berfungsi menerima putaran poros engkol melalui sprocket dan rantai timing, selanjutnya bubungan-bubungan yang terdapat pada poros ikut berputar mendorong salah satu ujung lain dari pelatuk akan menekan batang katup sehingga katup akan terbuka dan pegas katup akan mengingsut, karena bubungan terus berputar, hingga pada posisi minimum maka pegas kembali mengembang pada posisi semula dan katuppun tertutup kembali.
        Beberapa tipe mesin sepeda motor ada yang menempatkan poros bubungan pada blok mesin (lihat gambar 4). Sehingga komponen mekanik penggerak katupnya bertambah dibandingkan dengan komponen tersebut adalah pengangkat (lifter) dan batang pendorong (push rod)

Gambar 4 Mekanisme jenis poros bubungan pada blok mesin (OHC)




C. Blok silinder
Blok silinder adalah komponen yang ditempatkan antara kepala silinder dengan ruang engkol, permukaan blok silinder terhadap kepala silinder maupun terhadap ruang engkol umumnya diberi gasket (paking) untuk mencegah terjadinya kebocoran gas ataupun oli. FUNGSI pokok blok silinder adalah sebagai tempat torak bekerja secara translasi, tetapi apabila lebih diteliti blok silinder ADALAH merupakan komponen utama yang bervariasi bentuk dan kontruksinya sesuai dengan tipe mesin yang bersangkutan.
        Misalnya : blok silinder mesin 4 tak akan berbeda dengan blok silinder mesin 2 tak. Pada blok silinder mesin 4 tak umumnya terdapat ruang penghubung tempat rantai timing bekerja memindahkan putaran poros engkol ke poros bubungan (lihat gambar 5)

Gambar 5 Blok silinder mesin 4 tak


Sama halnya dengan kontruksi kepala silinder, blok silinder juga dibuat bersirip untuk tujuan pendinginan. Blok silinder mesin 2 tak dapat dibedakan dengan blok silinder mesin 4 tak, dimana pada blok silinder mesin 2 tak tidak terdapat ruang penghubung tempat rantai timing bekerja, karena mesin 2 tak tidak mempunyai katup. Perbedaan lain adalah  blok silinder 2 tak pada sekitar silinder terdapat coakan-coakan untuk saluran bilas dan saluran buang.

Gambar 6 Blok silinder mesin 2 tak

D. Torak dan kelengkapannya
Torak dan kelengkapannya terdiri dari torak, cincin torak, pena torak, dan batang torak. Cincin torak terpasang pada alur yang terdapat pada torak, dan batang torak dipasang pada poros engkol. (lihat gambar 7)

Gambar 7 Torak dan kelengkapannya
Torak berfungsi menerima tekanan dari hasil pembakaran dan meneruskannya ke poros engkol dengan perantaraan batang torak. Selain fungsi tersebut masih ada fungsi-fungsi lain diantaranya :
1)   Mendorong gas bekas dari dalam silinder
2)  Mengisap campuran bahan-bahan dengan udara masuk ke dalam silinder
3)  Mengkompresikan campuran di dalam silinder dan ruang bakar.

Cincin torak yang terpasang melingkar pada sisi torak, dan untuk beberapa mesin sepeda motor ada yang menggunakan dua jenis cincin yaitu cincin kompresi dan cincin oli. Cincin kompresi terpasang di atas cincin oli, adapun fungsi cincin torak adalah sebagai berikut :
1)   Cincin kompresi berfungsi sebagai perapat antara torak dengan dinding silinder untuk mencegah kebocoran gas pada setiap langkah torak.
2)  Cincin oli berfungsi untuk mengikis oli yang terdapat pada dinding silinder agar tidak mengganggu proses pembakaran.

Batas torak adalah komponen yang menghubungkan torak ke poros engkol sehingga memungkinkan gerakkan translasi torak dapat diubah oleh poros engkol menjadi gerakkan putar.

E. KOPELING

1.    Fungsi
Kopeling adalah salah satu komponen transmisi daya yang berfungsi untuk :
a)   Melepas hubungan/putaran antara poros engkol mesin dengan transmisi.
b)  Meneruskan putaran poros engkol mesin ketransmisi secara berangsur-angsur dan merata tanpa hentakan.

Dari fungsi pokok di atas dapat diuraikan maksud dan tujuan kopeling adalah mengingat bahwa sepeda motor termasuk suatu kendaraan yang bergerak dan harus mampu di kondisi dalam berbagai macam tingkat kecepatan sesuai yang dikehendaki.
        Untuk perpindahan dari tingkat kecepatan tertentu ke percepatan lainnya perlu suatu proses pemutusan putaran agar perpindahan kecepatan dapat berlangsung dengan baik dan lembut, demikian juga setelah perpindahan berlangsung, hendaknya kopeling dapat kembali meneruskan perputaran poros engkol mesin ke transmisi  dengan tepat, dan hal ini akan berlangsung setiap menginginkan perubahan kecepatan.

2.   Bagian-bagian kopeling
Kopeling sepeda motor terdiri dari beberapa komponen, yang merupakan suatu kesatuan untuk mendukung fungsi dan tujuan kopeling. Adapun komponen-komponen tersebut adalah :
a)   Rumah kopeling
Bagian ini selalu ikut berputar bersama-sama dengan poros engkol dan penggeraknya adalah roda gigi yang terdapat pada  ujung poros engkol.
b)  Pusat kopeling (clutch centre)
Bagian ini terletak/terpasang pada ujung poros utama transmisi.

c)   Pelat gesek (friction plates)
Pelat gesek juga biasa disebut kanvas kopeling dimana pelat ini ikut berputar bersama-sama rumah kopeling karena lidah-lidahnya mengait pada coakan yang terdapat pada rumah kopeling. Pelat gesek umumnya lebih banyak satu buah dari jumlah pelat baja (steel plates)
d)  Pelat baja (steel plates)
Komponen ini berada di antara pelat-pelat gesek dan akan bekerja (berputar) bersama dengan pusat kopeling (clutch centre), pada sisi dalam pelat baja terdapat alur-alur yang akan mengait dengan spie-spie pusat kopeling.
e)   Pegas (spring)
Tujuan pegas adalah untuk menekan pelat gesek dan pelat baja agar menjadi satu kesatuan dan berputar bersama-sama.
f)   Pelat pengangkat, penghantar pena pengangkat, dan batang pengangkat (lister plate, lister guide pin dan lister rod).
Komponen-komponen ini dapat dikelompokkan menjadi mekanis penggerak kopeling, dimana komponen ini yang akan mengatur penekanan pegas terhadap pelat-pelat baja maupun pelat-pelat gesek.

Gambar 8 Bagian-bagian utama dan komponen kopeling

3.   Cara kerja kopeling
Seperti dijelaskan bahwa rumah kopeling langsung menerima putaran dari poros engkol dan bersama-sama rumah kopeling tersebutikut berputar pelat gesek, sementara pusat kopeling yang menjadi penyambung putaran tersebut tidak berhubungan dengan rumah kopeling tetapi berhubungan dengan poros utama transmisi, oleh karena itu perlu ada komponen lain sebagai media penghubung dan untuk hal ini adalah pelat gesek yang selalu mengait pada rumah kopeling dan pelat tekan yang berhubungan melalui alur dan spie terhadap pusat kopeling. Maka dapat dikatakan pemutusan dan penyambungan putaran adalah tergantung sejauh mana antara kontak antara pelat gesek dan pelat tekan.
Agar kontak antara pelat gesek dan pelat tekan dapat dijamin maka dipasanglah sekelompok pegas untuk menekan kedua kelompok pegas tersebut.
Berikut ini akan diuraikan cara kerja kopeling (tunggal) dalam langkah-langkah :
a)   Handel kopeling ditekan.
b)  Tangkai pelepas kopeling (clutch release lever) tertarik pada kabel kopeling.
c)   Bubungan (NOK) pelepas (release cam)  yang terdapat pada poros tangkai pelepas kopeling mendorong batang pengangkat (lifter rod)
d)  Batang pengangkat (lifter rod) menekan pin pengangkat (lifter pin) dan pelat pengangkat (lifter palte).
e)   Pelat pengangkat menekan pegas-pegas kopeling dan mendorong piringan penekan (pressure plate) sehingga menjauhi susunan pelat-pelat gesek kopeling.
f)   Akibat dari peristiwa di atas maka terjadilah jarak renggang diantara pelat-pelat gesek dan pelat-pelat baja sehingga perputaran rumah kopeling tidak diteruskanlagi ke pusat kopeling.
g)   Apabila handel kopeling dilepas secara perlahan-lahan, maka gaya tekan pegas sedikit akan diteruskan kembali kesusunan pelat-pelat gesek kopeling sehingga akan menekan dan merapat dengan pelat-pelat baja dan mengakibatkan perputaran rumah kopeling diikuti oleh pusat kopeling.
Catatan :
Apabila kanvas kopeling pada pelat gesek menipis serta pegas-pegas telah lemah akan mengakibatkan peristiwa yang biasa disebut slip.

Gambar 9 Proses kerja kopeling tunggal



Jenis lain dari kopeling adalah kopeling ganda dimana pada sepeda motor tersebut dua buah kopeling, yaitu :
a)   Kopeling primer
b)  Kopeling sekunder

Jenis ini pada umumnya digunakan oleh sepeda motor Type Cup. Berikut ini akan dijelaskan kerja dari kedua kopeling tersebut.
a)   Kopeling primer
Kopeling ini berhubungan langsung dan terletak pada poros engkol dan komponen-komponennya adalah sebagai berikut :
(1)         Outer clutch (kopeling bagian luar)
Komponen ini berputar bebas terhadap  poros engkol.
(2)        Inner clutch (kopeling bagian dalam)
Komponen ini berputar bersama-sama poros engkol.
(3)        Drive plate (bandul)
Komponen ini berupa kanvas dan terletak pada inner clutch, berfungsi sebagai penghubung atau pemutus putaran dari inner clutch ke outer clutch.
(4)        Driver gear (roda gigi pemutar)
Terdapat pada outer clutch  yang berfungsi sebagai penerus putaran dari outer clutch  ke kopeling sekunder
Cara kerja kopeling primer :
Pada saat mesin berputar maka inner clutch juga ikut berputar bersama-sama dengan drive plat (bandul) hanya drive plat belum mengembang karena putaran masih stasioner (idle) apabila putaran mesin telah melampaui stasioner -+ 1400 Rpm maka gaya sentrifugal akan mengalahkan pegas dan mengakibatkan drive plate mengembang ke luar dan merapat pada outer clutch, sehingga outer clutch ikut berputar yang selanjunya putaran tersebut akan diteruskan ke kopeling sekunder melalui drive gear.
b)  Kopeling sekunder
Kopeling ini berhubungan langsung dan terletak pada poros utama gigi transmisi (main shaft) dan komponen-komponennya terdiri dari :
(1)         Rumah kopeling
(2)        Pusat kopeling
(3)        Pelat kopeling
(4)        Kanvas kopeling

F. BAK MESIN (Crank Case)
Bak mesin juga biasa dikenal dengan istilah karter, bagian ini berfungsi sebagai pendukung komponen antara lain: kepala silinder, silinder, poros engkol, gigi transmisi, dan lain-lain.
Bak mesin umumnya terbuat dari bahan alumunium. Beberapa jenis mesin 2 langkah, pada komponen bak mesinnya terdapat rongga (saluran) yang dihubungkan dengan karburator untuk pemasukan campuran bahan bakar. Bak mesin 4 langkah juga merupakan wadah minyak pelumas, yang sekaligus sebagai pendinginan minyak pelumas di dalam sirkulasinya.

Gambar 10 Bak mesin sepeda motor

G. POROS ENGKOL
Poros engkol adalah komponen yang berfungsi menerima gayatranslasi torak dan mengubahnya menjadi gerak putar, pada umumnya poros engkol terbuat dari bahan baja.
        Poros engkol yang umum digunakan pada sepeda motor dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
1.    Jenis built up (lihat gambar 11), umumnya dipakai pada sepeda motor kecil yang mempunyai jumlah silinder satu atau dua buah.

2.   Poros engkol jenis one-piece