SEPEDA
MOTOR/MOTOR RINGAN
A. UNIT SEPEDA MOTOR
1.
Komponen Mesin
Komponen sepeda motor sama halnya komponen mesin otomotif
lainnya, hanya untuk mempermudah pembelajaran Maupun pelayanan praktek, unit
mesin sepeda motor bersatu dengan kopeling dan transmisi.
A. Kepala
Silinder
Kepala silinder adalah komponen
yang ditempatkan pada bagian atas silinder yang berfungsi sebagai penutup
silinder agar tidak terjadi kebocoran gas dari dalam silinder saat mesin
dihidupkan. Selain fungsi di atas khususnya untuk mesin 4 tak pada silinder
ditempatkan ;
1)
Katup
2) Pelatuk
katup (rocker Arm)
3) Poros bubungan
Pada kepala silinder umumnya terdapat ruang bakar dan busi, bentuk
kepala silinder akan sangat tergantung dari jenis mesin yang menggunakannya..
namun secara umum pada bagian luar kepala silinder terdapat sirip-sirip pendingin
dan bahan kepala silinder terbuat dari bahan alumunium.
Keterangan
gambar 1 diatas..
1.
Tutup pemegang poros bubungan
2.
Busi
3.
Tutup kepala silinder
4.
Pelatuk katup
5.
Kepala silinder
6.
Tutup penyetelan katup
7.
Poros bubungan
8.
Gigi timing penggerak poros bubungan
9. Gasket
B. KATUB DAN MEKANISME PENGGERAK KATUP
1.
Katup
Katup yang terdapat pada motor 4 tak, adalah katup masuk dan
katup buang. Katup masuk ditempatkan pada kepala sillinder yang berfungsiuntuk
membuka dan menutup saluran dari karburator ke ruang silinder atau ruang bakar
pada saat terjadi proses langkah isap (masuk) torak didalam silinder.
Katup buang ditempatkan sama dengan katup masuk pada kepala
silinder dan fungsi katup buang adalah membuka ataupun menutup saluran antara
ruang silinder atau ruang bakar ke udara luar guna membuang gas sisa
pembakaran, selama terjadi proses langkah buang di dalam silinder.
Gambar 2
Kerja katup masuk dan katup buang
2.
Mekanisme penggerak katup
Mekanis penggerak katup adalah rangkaian beberapa komponen
yang berfungsi untuk membuka dan menutup katup. Komponen mekanisme katup akan
sangat tergantung dari penempatan poros bubungan. Untuk jenis mesin yang
menempatkan poros bubungan pada kepala silinder (lihat gambaar 3) terdiri dari
komponen ;
a)
Poros bubungan
b) Pelatuk
c)
Penyetel katup
d) Pegas
katup
e)
Penghantar katup
f)
Sprocket
dan rantai timing
Gambar 3
Mekanisme katup jenis poros bubungan di kepala silinder (OHC)
Poros bubungan berfungsi menerima
putaran poros engkol melalui sprocket dan rantai timing, selanjutnya
bubungan-bubungan yang terdapat pada poros ikut berputar mendorong salah satu
ujung lain dari pelatuk akan menekan batang katup sehingga katup akan terbuka
dan pegas katup akan mengingsut, karena bubungan terus berputar, hingga pada
posisi minimum maka pegas kembali mengembang pada posisi semula dan katuppun
tertutup kembali.
Beberapa tipe
mesin sepeda motor ada yang menempatkan poros bubungan pada blok mesin (lihat
gambar 4). Sehingga komponen mekanik penggerak katupnya bertambah dibandingkan
dengan komponen tersebut adalah pengangkat (lifter) dan batang pendorong (push rod)
Gambar 4 Mekanisme
jenis poros bubungan pada blok mesin (OHC)
C. Blok silinder
Blok silinder adalah komponen yang ditempatkan antara kepala
silinder dengan ruang engkol, permukaan blok silinder terhadap kepala silinder
maupun terhadap ruang engkol umumnya diberi gasket (paking) untuk mencegah
terjadinya kebocoran gas ataupun oli. FUNGSI pokok blok silinder adalah sebagai
tempat torak bekerja secara translasi, tetapi apabila lebih diteliti blok
silinder ADALAH merupakan komponen utama yang bervariasi bentuk dan
kontruksinya sesuai dengan tipe mesin yang bersangkutan.
Misalnya
: blok silinder mesin 4 tak akan berbeda dengan blok silinder mesin 2 tak. Pada
blok silinder mesin 4 tak umumnya terdapat ruang penghubung tempat rantai
timing bekerja memindahkan putaran poros engkol ke poros bubungan (lihat gambar
5)
Gambar 5
Blok silinder mesin 4 tak
Sama halnya dengan kontruksi kepala silinder, blok silinder
juga dibuat bersirip untuk tujuan pendinginan. Blok silinder mesin 2 tak dapat
dibedakan dengan blok silinder mesin 4 tak, dimana pada blok silinder mesin 2
tak tidak terdapat ruang penghubung tempat rantai timing bekerja, karena mesin
2 tak tidak mempunyai katup. Perbedaan lain adalah blok silinder 2 tak pada sekitar silinder
terdapat coakan-coakan untuk saluran bilas dan saluran buang.
Gambar 6
Blok silinder mesin 2 tak
D. Torak dan kelengkapannya
Torak dan kelengkapannya terdiri dari torak, cincin torak,
pena torak, dan batang torak. Cincin torak terpasang pada alur yang terdapat
pada torak, dan batang torak dipasang pada poros engkol. (lihat gambar 7)
Gambar 7
Torak dan kelengkapannya
Torak berfungsi menerima tekanan
dari hasil pembakaran dan meneruskannya ke poros engkol dengan perantaraan
batang torak. Selain fungsi tersebut masih ada fungsi-fungsi lain diantaranya :
1)
Mendorong gas bekas dari dalam silinder
2) Mengisap
campuran bahan-bahan dengan udara masuk ke dalam silinder
3) Mengkompresikan
campuran di dalam silinder dan ruang bakar.
Cincin
torak yang terpasang melingkar pada sisi torak, dan untuk beberapa mesin sepeda
motor ada yang menggunakan dua jenis cincin yaitu cincin kompresi dan cincin
oli. Cincin kompresi terpasang di atas cincin oli, adapun fungsi cincin torak
adalah sebagai berikut :
1)
Cincin kompresi berfungsi sebagai perapat antara
torak dengan dinding silinder untuk mencegah kebocoran gas pada setiap langkah
torak.
2) Cincin
oli berfungsi untuk mengikis oli yang terdapat pada dinding silinder agar tidak
mengganggu proses pembakaran.
Batas torak adalah komponen yang
menghubungkan torak ke poros engkol sehingga memungkinkan gerakkan translasi
torak dapat diubah oleh poros engkol menjadi gerakkan putar.
E. KOPELING
1.
Fungsi
Kopeling adalah salah satu komponen transmisi
daya yang berfungsi untuk :
a)
Melepas hubungan/putaran antara poros engkol mesin
dengan transmisi.
b) Meneruskan
putaran poros engkol mesin ketransmisi secara berangsur-angsur dan merata tanpa
hentakan.
Dari fungsi pokok di atas dapat diuraikan maksud dan tujuan
kopeling adalah mengingat bahwa sepeda motor termasuk suatu kendaraan yang
bergerak dan harus mampu di kondisi dalam berbagai macam tingkat kecepatan
sesuai yang dikehendaki.
Untuk perpindahan
dari tingkat kecepatan tertentu ke percepatan lainnya perlu suatu proses
pemutusan putaran agar perpindahan kecepatan dapat berlangsung dengan baik dan
lembut, demikian juga setelah perpindahan berlangsung, hendaknya kopeling dapat
kembali meneruskan perputaran poros engkol mesin ke transmisi dengan tepat, dan hal ini akan berlangsung
setiap menginginkan perubahan kecepatan.
2.
Bagian-bagian kopeling
Kopeling sepeda motor terdiri dari beberapa
komponen, yang merupakan suatu kesatuan untuk mendukung fungsi dan tujuan
kopeling. Adapun komponen-komponen tersebut adalah :
a)
Rumah kopeling
Bagian
ini selalu ikut berputar bersama-sama dengan poros engkol dan penggeraknya
adalah roda gigi yang terdapat pada
ujung poros engkol.
b) Pusat
kopeling (clutch centre)
Bagian
ini terletak/terpasang pada ujung poros utama transmisi.
c)
Pelat gesek (friction
plates)
Pelat
gesek juga biasa disebut kanvas kopeling dimana pelat ini ikut berputar
bersama-sama rumah kopeling karena lidah-lidahnya mengait pada coakan yang
terdapat pada rumah kopeling. Pelat gesek umumnya lebih banyak satu buah dari
jumlah pelat baja (steel plates)
d) Pelat
baja (steel plates)
Komponen
ini berada di antara pelat-pelat gesek dan akan bekerja (berputar) bersama dengan
pusat kopeling (clutch centre), pada
sisi dalam pelat baja terdapat alur-alur yang akan mengait dengan spie-spie
pusat kopeling.
e)
Pegas (spring)
Tujuan
pegas adalah untuk menekan pelat gesek dan pelat baja agar menjadi satu
kesatuan dan berputar bersama-sama.
f)
Pelat pengangkat, penghantar pena pengangkat, dan
batang pengangkat (lister plate, lister guide pin dan lister rod).
Komponen-komponen
ini dapat dikelompokkan menjadi mekanis penggerak kopeling, dimana komponen ini
yang akan mengatur penekanan pegas terhadap pelat-pelat baja maupun pelat-pelat
gesek.
Gambar 8
Bagian-bagian utama dan komponen kopeling
3.
Cara kerja kopeling
Seperti dijelaskan bahwa rumah
kopeling langsung menerima putaran dari poros engkol dan bersama-sama rumah
kopeling tersebutikut berputar pelat gesek, sementara pusat kopeling yang
menjadi penyambung putaran tersebut tidak berhubungan dengan rumah kopeling
tetapi berhubungan dengan poros utama transmisi, oleh karena itu perlu ada
komponen lain sebagai media penghubung dan untuk hal ini adalah pelat gesek
yang selalu mengait pada rumah kopeling dan pelat tekan yang berhubungan
melalui alur dan spie terhadap pusat kopeling. Maka dapat dikatakan pemutusan
dan penyambungan putaran adalah tergantung sejauh mana antara kontak antara pelat
gesek dan pelat tekan.
Agar kontak antara pelat gesek dan pelat
tekan dapat dijamin maka dipasanglah sekelompok pegas untuk menekan kedua
kelompok pegas tersebut.
Berikut ini akan diuraikan cara kerja
kopeling (tunggal) dalam langkah-langkah :
a)
Handel kopeling ditekan.
b) Tangkai
pelepas kopeling (clutch release lever)
tertarik pada kabel kopeling.
c)
Bubungan (NOK) pelepas (release cam) yang terdapat
pada poros tangkai pelepas kopeling mendorong batang pengangkat (lifter rod)
d) Batang
pengangkat (lifter rod) menekan pin
pengangkat (lifter pin) dan pelat
pengangkat (lifter palte).
e)
Pelat pengangkat menekan pegas-pegas kopeling dan
mendorong piringan penekan (pressure
plate) sehingga menjauhi susunan pelat-pelat gesek kopeling.
f)
Akibat dari peristiwa di atas maka terjadilah
jarak renggang diantara pelat-pelat gesek dan pelat-pelat baja sehingga
perputaran rumah kopeling tidak diteruskanlagi ke pusat kopeling.
g)
Apabila handel kopeling dilepas secara
perlahan-lahan, maka gaya tekan pegas sedikit akan diteruskan kembali kesusunan
pelat-pelat gesek kopeling sehingga akan menekan dan merapat dengan pelat-pelat
baja dan mengakibatkan perputaran rumah kopeling diikuti oleh pusat kopeling.
Catatan :
Apabila kanvas kopeling pada
pelat gesek menipis serta pegas-pegas telah lemah akan mengakibatkan peristiwa
yang biasa disebut slip.
Gambar 9
Proses kerja kopeling tunggal
Jenis lain dari kopeling adalah
kopeling ganda dimana pada sepeda motor tersebut dua buah kopeling, yaitu :
a)
Kopeling primer
b) Kopeling
sekunder
Jenis ini pada umumnya digunakan oleh sepeda
motor Type Cup. Berikut ini akan
dijelaskan kerja dari kedua kopeling tersebut.
a)
Kopeling primer
Kopeling ini berhubungan langsung dan
terletak pada poros engkol dan komponen-komponennya adalah sebagai berikut :
(1)
Outer
clutch (kopeling bagian luar)
Komponen
ini berputar bebas terhadap poros engkol.
(2)
Inner
clutch (kopeling bagian dalam)
Komponen
ini berputar bersama-sama poros engkol.
(3)
Drive
plate (bandul)
Komponen
ini berupa kanvas dan terletak pada inner
clutch, berfungsi sebagai penghubung atau pemutus putaran dari inner clutch ke outer clutch.
(4)
Driver gear (roda gigi pemutar)
Terdapat
pada outer clutch yang berfungsi sebagai penerus putaran
dari outer clutch ke kopeling sekunder
Cara kerja
kopeling primer :
Pada saat mesin berputar maka inner clutch juga ikut berputar bersama-sama dengan drive plat (bandul) hanya drive plat belum mengembang karena
putaran masih stasioner (idle)
apabila putaran mesin telah melampaui stasioner -+ 1400 Rpm maka gaya
sentrifugal akan mengalahkan pegas dan mengakibatkan drive plate mengembang ke luar dan merapat pada outer clutch, sehingga outer clutch ikut berputar yang
selanjunya putaran tersebut akan diteruskan ke kopeling sekunder melalui drive gear.
b) Kopeling sekunder
Kopeling ini berhubungan langsung dan
terletak pada poros utama gigi transmisi (main
shaft) dan komponen-komponennya terdiri dari :
(1)
Rumah kopeling
(2)
Pusat kopeling
(3)
Pelat kopeling
(4)
Kanvas kopeling
F. BAK MESIN (Crank Case)
Bak mesin juga biasa dikenal
dengan istilah karter, bagian ini berfungsi sebagai pendukung komponen antara
lain: kepala silinder, silinder, poros engkol, gigi transmisi, dan lain-lain.
Bak mesin umumnya terbuat dari
bahan alumunium. Beberapa jenis mesin 2 langkah, pada komponen bak mesinnya terdapat
rongga (saluran) yang dihubungkan dengan karburator untuk pemasukan campuran
bahan bakar. Bak mesin 4 langkah juga merupakan wadah minyak pelumas, yang
sekaligus sebagai pendinginan minyak pelumas di dalam sirkulasinya.
Gambar 10 Bak mesin sepeda motor
G. POROS ENGKOL
Poros engkol adalah komponen yang berfungsi menerima
gayatranslasi torak dan mengubahnya menjadi gerak putar, pada umumnya poros
engkol terbuat dari bahan baja.
Poros engkol yang
umum digunakan pada sepeda motor dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
1.
Jenis built
up (lihat gambar 11), umumnya dipakai pada sepeda motor kecil yang
mempunyai jumlah silinder satu atau dua buah.
2.
Poros engkol jenis one-piece